Lampung Tengah — Keluhan serius datang dari para petani di Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Mereka mengaku resah akibat penebangan ratusan pohon rengas di sepanjang tanggul sungai yang berdampak langsung pada lahan pertanian mereka. Kamis, 02/04/2026.

Akibat penebangan tersebut, aliran sungai terganggu oleh tumpukan ranting dan sisa kayu, sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi area persawahan. Kondisi ini membuat para petani kesulitan memulai musim tanam padi karena banjir tak kunjung surut.
“Saya mau tanam padi, tapi air tidak cepat surut. Air tertahan ranting pohon rengas yang ditebang,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.
Menurut pengakuannya, aktivitas penebangan sudah berlangsung sejak sebelum bulan puasa. Bahkan, jumlah pohon yang ditebang diperkirakan mencapai ratusan batang, dengan hasil kayu mencapai sekitar 7 hingga 10 kubik yang diduga diolah menjadi balok dan kaso.
Lebih mengkhawatirkan, warga menduga adanya oknum yang membekingi aktivitas tersebut.
“Kalau dilihat dari posturnya seperti aparat, entah dari TNI atau Polri. Saya tidak berani mendekat, takut terjadi kesalahpahaman,” ungkapnya dengan nada cemas.
Menanggapi hal ini, Babinsa Kampung Pujo Basuki, Andi dari Koramil 411-04/Trimurjo, parut diapresiasi dan ia mengaku baru mengetahui laporan tersebut dari warga. Ia langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Saya baru tahu dari warga dan langsung ke lokasi. Saya juga sudah perintahkan melalui kepala dusun agar ranting yang menghambat aliran sungai segera dibersihkan,” tegasnya.
Dampak penebangan tidak hanya dirasakan di petani di Kampung Pujo Basuki, namun juga meluas hingga wilayah persawahan di Kampung Pujo Asri. Kondisi ini memicu kekhawatiran lebih luas, mengingat pohon rengas diduga merupakan bagian dari kawasan yang seharusnya dilindungi.
Hingga saat ini, awak media masih melakukan konfirmasi kepada Dinas Kehutanan Lampung Tengah untuk memastikan status kepemilikan pohon rengas tersebut apakah merupakan milik negara atau bagian dari lahan masyarakat.
Warga mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan jika ditemukan adanya pelanggaran, terutama bila melibatkan oknum tertentu atau pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi.
Seluruh dokumentasi terkait penebangan dan dampaknya telah dikantongi warga dan awak media sebagai bahan pendukung.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.














