Ketua NGO KMPL Metro Pinta Gubernur Lampung Sidak RSUD Ahmad Yani, Keluhan Pelayanan Kesehatan Viral di TikTok

banner 120x600

 

Metro — Keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSUD Ahmad Yani Metro kembali menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial TikTok. Berbagai unggahan viral yang membahas dugaan buruknya pelayanan kesehatan hingga isu dugaan pembungkaman informasi publik memicu reaksi keras dari Ketua NGO (Non Goverment Organization) KMPL (Koalisi Masyarakat Peduli Lampung) Kota Metro, Rendy. Sabtu malam 16 Mei 2026

Menurut Rendy, banyak masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka melalui akun TikTok yang mengulas kondisi pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Bahkan, percakapan Rendy dengan Whatsapp “Iyay Gub Lampung” Menyampaikan keluh kesah masyarakat yang mana percapakapan masyarakat dengan Ketua NGO KMPL Rendy turut menyeret nama Rahmat Mirzani Djausal agar turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ahmad Yani Metro.

“Gubernur harus segera melakukan sidak. Harus ada yang ditakuti oleh mereka. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan pasien. Jangan sampai ada kesan mereka hanya sekadar bekerja tanpa memikirkan pelayanan kemanusiaan,” tegas Rendy.

 

Ia menilai, sebagai rumah sakit pemerintah dengan status badan layanan umum daerah, seluruh jajaran pegawai seharusnya mengedepankan pelayanan kesehatan secara profesional, baik medis maupun nonmedis.

“RSUD adalah badan layanan umum Daerah, Pelayanan kesehatan itu bukan hanya soal bekerja formalitas, tetapi bagaimana seluruh kinerja pegawai dievaluasi total. Senyum, salam, sapa, sopan santun dan sabar harus benar-benar dijalankan, jangan hanya menjadi slogan semata,” ujarnya.

 

Rendy juga menyoroti dugaan sikap tutup mata dari Pemerintah Kota Metro terhadap berbagai persoalan yang berkembang di RSUD Ahmad Yani Metro.

“Kalau terus dibiarkan, masyarakat makin kehilangan kepercayaan. Pemerintah daerah jangan tutup mata terhadap persoalan pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan masyarakat,” tambahnya.

 

Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, sejumlah warga bahkan membandingkan pelayanan RSUD Ahmad Yani Metro dengan rumah sakit lain. Salah satu akun menyebut lebih memilih berobat ke RS Mardi Waluyo Metro dibanding RSUD Ahmad Yani Metro.

Percakapan tersebut juga memuat permintaan masyarakat agar Gubernur Lampung segera turun tangan melakukan evaluasi langsung terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Sementara itu, terkait pernyataan resmi Ketua NGO KMPL Kota Metro tersebut, awak media disebut masih berupaya meminta klarifikasi dan tanggapan dari pihak RSUD Ahmad Yani Metro guna memperoleh penjelasan berimbang atas berbagai keluhan masyarakat yang viral di media sosial.

Penulis: Hartoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *