Ngopi Perjuangan Tiga Ormas: Ketua IPLI dan Uncu Wenda Satukan Sikap Kawal Kota Metro

banner 120x600

 

Metro  —  Ikatan Pemuda Lampung Indonesia dan Jaringan Pemberantasan Korupsi menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal jalannya pemerintahan di Metro melalui agenda silaturahmi yang berlangsung hangat namun penuh makna, Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum DPP IPLI Hermansyah TR bersama Sekretaris NGO JPK Provinsi Lampung, Uncu Wenda dan Pendiri Matra Strategis Indonesia (MSI) Hendra Aprianes terlihat akrab ngopi bareng sembari membahas berbagai dinamika pemerintahan, pengawasan publik, hingga kondisi sosial yang berkembang di Kota Metro.

Pertemuan yang berlangsung santai itu bukan sekadar bincang biasa. Keduanya berdiskusi serius mengenai arah gerakan masyarakat sipil dan pentingnya peran sosial kontrol dalam menjaga transparansi serta kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hermansyah TR menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar aksi damai di lingkungan Pemerintah Kota Metro dan Polres Metro pada Senin, 11 Mei 2026 mendatang.

“IPLI akan melakukan aksi damai di Pemkot dan Polres Metro,” tegas Hermansyah.

 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris IPLI, Dedi Cahyadi, yang tampak fokus mengikuti jalannya pembahasan bersama Uncu Wenda. Agenda itu disebut telah lama direncanakan karena dinilai penting dan mendesak untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di Kota Metro.

Sementara itu, Uncu Wenda menegaskan dirinya sengaja meluangkan waktu khusus untuk bertemu Ketua IPLI sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah dan pentingnya memperkuat komunikasi antaraktivis sosial kontrol.

“Saya luangkan waktu untuk bertemu Ketua IPLI Hermansyah,” ujar Uncu Wenda.

 

Dari pertemuan tersebut, muncul satu pesan kuat yang menjadi perhatian bersama, yakni pentingnya menjaga solidaritas antaraktivis sosial kontrol. Mereka sepakat bahwa LSM dan wartawan memiliki perjuangan yang sejalan dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

Keduanya juga mengingatkan agar sesama pejuang sosial kontrol tidak saling menjatuhkan ataupun menyerang, melainkan bersatu menjaga independensi dan keberanian dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Seharusnya seorang pemimpin daerah mau mendengar kritik dan saran, lalu berusaha memperbaiki. Bukan menggunakan kekuatan atau kekuasaannya untuk membungkam dengan cara mengintimidasi atau melaporkan ke APH. Kalau bersih jangan risih dong,” ujar Uncu Wenda santai namun tegas.

Penulis: Hartoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *