Mayat Pria Tanpa Busana Mengapung di Irigasi Purwosari, Warga Bedeng 28 Metro Utara Geger

banner 120x600

Metro  —  Warga kawasan Bedeng 28, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di saluran irigasi pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 10.45 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di saluran irigasi yang berada di Jalan Kancil RT 34 RW 06. Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi. Identitas saksi tersebut sengaja disamarkan.

Saat melintas di tepi saluran air, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di aliran irigasi. Setelah diperhatikan lebih dekat, ia terkejut karena benda tersebut ternyata sesosok tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa. Sontak saksi berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian warga. Tak lama kemudian, tiga orang petani yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian datang dan bersama warga lainnya mengevakuasi jasad korban dari dalam saluran irigasi.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak Kelurahan Purwosari dan diteruskan kepada aparat kepolisian.
Korban kemudian diketahui bernama Andi Setiawan (27), warga Jalan 4 Ugi, Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Ia lahir di Menggala pada 5 Mei 1998 dan diketahui belum memiliki pekerjaan tetap.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polres Metro, bersama Polsek Metro Utara dan Unit Identifikasi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan beberapa barang milik korban, di antaranya satu kalung logam berliontin batu yang masih dikenakan korban serta satu cincin karet.

Hasil visum luar sementara yang dilakukan tim medis di RSUD Ahmad Yani Metro menunjukkan adanya luka pada bagian kepala, telinga kanan, serta bibir korban yang diduga akibat benturan. Sementara kondisi mata korban telah mengalami pembusukan.
Petugas menduga luka benturan tersebut kemungkinan terjadi saat tubuh korban terbentur dinding semen saluran irigasi akibat terbawa arus air yang cukup deras.

Saat ditemukan, korban memiliki tinggi badan sekitar 168 sentimeter dan berada dalam kondisi tanpa pakaian. Pada tubuh korban juga ditemukan tato bergambar burung hantu di lengan kanan serta tato bergambar leak atau barong di bagian punggung kanan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui kerap mengalami halusinasi seperti orang yang mengalami depresi.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Setelah proses administrasi selesai, jenazah kemudian dibawa pulang oleh keluarga ke kampung halamannya di Kabupaten Tulang Bawang untuk dimakamkan.

Sementara itu, pihak kepolisian menyebutkan dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam. Namun demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban tersebut.

Penulis: Hartoyo Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *