Pekerja Tegaskan Ekskavator Pengerukan Sedimentasi Gunakan Solar Industri, Bukan Solar Subsidi

banner 120x600

 

Lampung Tengah — Polemik penggunaan bahan bakar pada alat berat ekskavator kegiatan pengerukan sedimentasi dan pengangkatan lumpur saluran irigasi di wilayah Rumbia hingga Seputih Banyak, Lampung Tengah, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak pekerja di lapangan.

 

Seorang pekerja menegaskan bahwa operasional ekskavator menggunakan solar industri, bukan solar subsidi sebagaimana isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media pada Rabu, 20 Mei 2026.

“Yang dipakai solar industri, bukan solar subsidi,” tegasnya.

 

Menurut keterangan pekerja, pasokan BBM didatangkan menggunakan mobil pengangkut dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Solar tersebut kemudian ditampung terlebih dahulu di kempu sebelum didistribusikan ke titik alat berat menggunakan jeriken.

“Datangnya pakai mobil solar industri kapasitas kurang lebih 5.000 liter, ditampung dulu di kempu yang sudah disiapkan, baru dibawa ke ekskavator menggunakan jeriken,” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sempat muncul kesalahpahaman terkait jeriken yang digunakan pekerja di lokasi. Awalnya ia mengira pengisian berasal dari tempat lain, namun setelah diketahui ternyata seluruh pengisian bersumber dari penampungan solar industri yang telah tersedia di area kegiatan.

“Saya kira jeriken itu dari luar, ternyata memang dari penampungan solar industri yang sudah ada di sini,” katanya.

 

Pekerja tersebut bahkan mempersilakan pihak mana pun untuk melakukan pengecekan langsung apabila masih ada dugaan penggunaan BBM subsidi pada proyek pengerukan sedimentasi tersebut.

“Kalau masih ada yang curiga, silakan cek langsung ke lokasi,” tandasnya.

 

Kegiatan pengerukan sedimentasi dan pengangkatan lumpur saluran irigasi sendiri terus berlangsung guna mendukung kelancaran aliran air di kawasan pertanian wilayah Lampung Tengah.

Penulis: Hartoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *