Indonesia. Publik.Com BEKASI, 6 Februari 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GMBI Distrik Kota Bekasi menyatakan bahwa fenomena maraknya perhatian terhadap para direksi Perumda Tirta Patriot saat ini merupakan hal yang wajar, seiring dengan perluasan skala operasional perusahaan setelah akuisisi PDAM Bhagasasi.
Sebelum akuisisi pada tahun 2023, Perumda Tirta Patriot yang berdiri sejak 2006 memiliki 40 ribu pelanggan dengan total penyertaan modal selama 17 tahun mencapai 250 milyar rupiah. Setelah akuisisi, jumlah pelanggan melonjak menjadi 100 ribu (belum termasuk cabang Poncol dan Pondok Ungu), atau meningkat sekitar 150 persen, yang berdampak pada peningkatan penyertaan modal.
LSM GMBI menjelaskan bahwa kebutuhan tambahan modal juga terkait dengan kondisi infrastruktur air pam di Kota Bekasi yang sudah lama ada. Sejak awal tahun 1980-an, layanan air pam telah beroperasi di wilayah Cabang Rawa Tembaga, sehingga pipa dan sarana pendukungnya sudah tergolong uzur dan membutuhkan perhatian serta investasi yang cukup besar, yang didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Soal Cabang Poncol yang bangunannya lenyap, LSM GMBI menyampaikan bahwa Perumda Tirta Patriot belum mengetahui detailnya karena unit tersebut belum diserahterimakan oleh pihak Bhagasasi hingga saat ini.
Dalam aspek tata kelola, LSM GMBI menegaskan bahwa laporan keuangan Perumda Tirta Patriot selalu diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga setiap temuan akan dilaporkan ke instansi berwenang. Selain itu, para direksi juga secara tahunan melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pribadi Negara (LHKPN), yang dapat diakses untuk melihat kinerja dan transparansi keuangan mereka.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi khususnya pelanggan Perumda Tirta Patriot untuk bijak menyikapi setiap informasi yang beredar, dan selalu mengacu pada data serta mekanisme pengawasan yang sudah ada,” ujar perwakilan LSM GMBI.(Red)














