Batam — Indonesiapublik.com.
Kecelakaan lalu lintas beruntun kembali terjadi di Jalan Bukit Kemuning, Piayu Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kamis (29/1) pagi. Insiden yang terjadi di jam sibuk aktivitas warga tersebut terekam kamera CCTV milik warga dan memperlihatkan detik-detik mencekam saat tabrakan terjadi secara beruntun di lokasi yang sama.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.36 WIB, saat arus lalu lintas dipadati warga yang berangkat kerja, anak sekolah, serta ibu-ibu yang hendak menuju pasar. Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang ibu mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam keluar dari gang perumahan untuk menuju jalan utama.
Kondisi korban terbilang memprihatinkan. Sepeda motor tersebut diketahui ditumpangi tiga orang, termasuk seorang anak kecil yang digendong. Saat hendak memasuki badan jalan, dari arah turunan Bukit Kemuning melaju sepeda motor lain dengan kecepatan cukup tinggi. Jarak yang terlalu dekat ditambah kontur jalan menurun membuat tabrakan keras tak dapat dihindari.
Benturan tersebut sontak memicu kepanikan warga sekitar, terlebih karena seorang anak kecil berada di antara korban. Sejumlah warga terlihat berupaya memberikan pertolongan awal dan mengamankan lokasi kejadian agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.
Namun situasi belum sepenuhnya terkendali. Seorang petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi berinisiatif membantu korban sekaligus mengatur arus lalu lintas. Nahas, saat menjalankan tugas kemanusiaannya tersebut, ia justru tertabrak sepeda motor lain yang kembali melaju dari arah turunan yang sama. Kecelakaan pun berlanjut dan memperpanjang daftar korban di lokasi tersebut.
Warga menilai kecelakaan ini bukanlah kejadian pertama. Jalan Bukit Kemuning selama ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Kontur jalan yang ekstrem, berupa tanjakan dari satu arah dan turunan tajam dari arah lain menuju kawasan Perumahan Puri Agung, kerap membuat pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Robet, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengatakan kondisi lalu lintas pagi itu sangat padat dan rawan kecelakaan.
“Jam segitu memang padat sekali. Banyak warga berangkat kerja dan ke pasar. Di sini tanjakan dan turunan, banyak yang bawa motor kencang. Sudah sering kejadian sebenarnya,” ujar Robet.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi detail, jumlah korban luka, maupun kondisi terakhir para korban kecelakaan. Namun para korban diketahui telah mendapatkan penanganan dari warga sekitar sebelum dibawa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melintas di Jalan Bukit Kemuning, khususnya pada jam-jam sibuk pagi hari.
Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan, terutama saat melintasi jalur turunan dan tanjakan, lebih waspada terhadap kendaraan yang keluar dari gang perumahan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta tidak berkendara secara ugal-ugalan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan, terlebih anak-anak, serta selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm standar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Jalan Bukit Kemuning memiliki kontur yang rawan kecelakaan, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” imbau pihak kepolisian.
Polisi juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, guna meminimalisir risiko kecelakaan di kemudian hari.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait tidak lagi menunggu korban berikutnya. Pemasangan rambu peringatan tambahan, marka jalan yang jelas, pembatas kecepatan, hingga pengawasan rutin
(Zulkifli Hasibuan)














