Berita  

LPM Sei Pelunggut Gandeng Mahasiswa KKN UNRIKA, Bersatu Bergotong Royong Wujudkan Kampung Bebas Sampah  

banner 120x600

BATAM, Indonesiapublik.com   Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan hidup mewarnai wilayah Lingkungan Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sei Pelunggut bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka mewujudkan kawasan kampung yang bersih, sehat, dan bebas dari tumpukan sampah.

 

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh pengurus LPM Sei Pelunggut, para mahasiswa KKN UNRIKA, serta warga masyarakat yang antusias turun ke jalan bergotong royong membersihkan sampah yang ada di bahu jalan.

 

Sinergi Nyata Antara LPM, RT/RW, Mahasiswa, dan Warga

 

Ketua LPM Sei Pelunggut, Marudut Situmorang, menyampaikan dan mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif “ini program LPM intinya satu: Sungai pelunggut bebas dari sampah kampung kita harua bersih dan ini tanggung jawab kita semua, titik titik sampah liar termasuk bahu jalan yang parah akan kita bersihkan hari ini dan kita jaga secara rutin, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara pihak LPM, mahasiswa KKN, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UNRIKA yang mau turun langsung ke tengah masyarakat dan bergotong royong bersama warga. Ini bukan sekadar kerja bakti satu kali, melainkan awal dari komitmen bersama untuk menjaga Sei Pelunggut tetap bersih, asri, dan bebas sampah,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap semangat gotong royong ini terus terjaga, sehingga kesadaran menjaga kebersihan lingkungan tumbuh dari kesadaran masing-masing warga, bukan hanya saat ada kegiatan saja.

 

Mahasiswa KKN: Menjadi Jembatan Perubahan Lingkungan

 

Perwakilan mahasiswa KKN UNRIKA menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana belajar untuk berkontribusi langsung terhadap masalah lingkungan di sekitar tempat tinggal warga.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pengamat, tetapi menjadi bagian dari solusi. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap sampah dan pengelolaannya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun banjir di musim hujan,” ungkap perwakilan mahasiswa ibu wulan tari.

 

Warga Sei Pelunggut yang turut berpartisipasi menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap sinergi antara LPM, mahasiswa, dan warga dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, sehingga kawasan Sei Pelunggut benar-benar terbebas dari penumpukan sampah yang selama ini kerap menjadi keluhan.

“Alhamdulillah, senang sekali melihat para tokoh masyarakat dan warga bersatu. Semoga ke depannya kebersihan ini tetap terjaga dan kampung kita menjadi lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali,” kata salah satu warga.

 

Ibu Santi (Bendahara LPM) turut juga menyampaikan “Harapan saya kampung ini tetap bersih, aman, dan damai. Khusus ibu-ibu rumah tangga, mari tidak buang sampah ke selokan atau pinggir jalan,  sebab itu bikin bau, polusi, dan yang paling penting: bikin banjir. Mari kita jaga kebersihan sungai dan kampung kita bersama.”

 

 

Dengan semangat “Bersih Lingkunganku, Sehat Hidupku”, LPM Sei Pelunggut dan mahasiswa KKN UNRIKA berkomitmen untuk terus bersinergi, menjadikan kampung bebas sampah bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan bersama.

(Zul-Hsb)

Editor: Hartoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *