Sebagai Ketua Kelompok Tani Dwi Hartoyo telah memperbaiki sistem pelayanan terhadap masyarakat bagi petani yang hendak giling gabah, yakni menyebarkan nomor Handphone dan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara door to door maupun lewat pengajian.
“LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN”
– Menyediakan kendaraan R2 dan R3 untuk jemput gabah dan antarkan beras hasil giling.
– Bagi bawon 12 kg, pabrik dapat 1 kg.
– Membantu warga yang sakit dan meninggal dunia (bantuan sosial).
– Membantu saat peringatan hari besar agama maupun kegiatan desa dan lainnya.
Selanjutnya beberapa waktu yang lalu dirinya telah meminta kepada Lurah Trimurjo Basromi Ali untuk membuatkan Surat Edaran (SE) atau himbauan yang di tujukan kepada bawahannya agar turut peduli dan menghimbau warganya agar giling di Pabrik Kelompok Tani, sekaligus mencegah atau melarang GERANDONG beroperasi di wilayah RW 05 dan RW 06.
“Ya, saya telah berusaha dan menyampaikan kepada Lurah Trimurjo, namun Lurah Trimurjo Basromi Ali tidak mau membuatkan Surat Edaran atau himbauan dan menyarankan agar masyarakat di kumpulkan agar mendapatkan keputusan bersama”, ujarnya Dwi Hartoyo menyikapi penjelasan Lurah Trimurjo diruang kerjanya beberapa hari yang lalu. Kamis, 20/03/2025.
Terpisah, pengurus pabrik kelompok tani jangan terlalu berharap bantuan dan peran serta Lurah beserta bawahannya, karena yang sebenarnya keberadaan pabrik kelompok tani yang sesungguhnya memberikan kontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat. Pengurus tetap berjuang terus walaupun seadanya agar kelompok tani tetap hidup dan berkembang.
Perlu diketahui bahwa Pabrik kelompok tani ini telah berdiri sejak tahun 70 an hingga kini masih eksis melayani petani dan dari pendapatan usaha penggilingan padi setiap setahunnya dikeluarkan dana sosial dan zakat sebanyak 7,5 %, artinya masih dikembalikan lagi kepada masyarakat.
Namun sayangnya, Pabrik (Huller) satu-satunya Kelompok tani yang bergerak pada penggilingan padi yang ada di Kelurahan Trimurjo terancam mati suri dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.
“Kita sebagai penerus Pendiri Pabrik dan dipercaya oleh anggota harus bekerja ekstra, agar cita-cita Pendiri Pabrik dan anggota nya bisa sejahtera serta dapat selalu membantu kegiatan sosial dan agama”, kata Suher.
Dia menyebutkan dari pengalaman yang sudah di lalui bahwa setiap pergantian Lurah Trimurjo tidak ada yang berupaya membantu mencegah GERANDONG yang masuk di wilayah RW 05 dan RW 06, jadi jika sekarang ini masih sama dengan yang terdahulu anggap saja tidak punya bapak sebagai tempat mengadu.
“Sungguh ironis memang ada pamong maupun tidak ada pamong sama saja, jadi apa yang harus di banggakan”, ujarnya dengan nada sinis.
Menurutnya kepedulian sosial sekarang sudah mulai memudar, sekarang masyarakat condong egoisme dan selalu mementingkan dirinya sendiri maupun kelompoknya. Parah betul sekarang, padahal tahun lalu (2024) hanya ada tiga GERANDONG yang masuk di RW 05 dan RW 06 kini bertambah, yang parahnya lagi Ketua LPM pun ikut nyerobot masuk di wilayah ini yang seolah-olah tidak tahu akan manfaat giling di Pabrik Kelompok Tani.
“Benar beberapa kali saya melihat Ketua LPM pun bawa GERANDONG dan berkeliling turut mengacak-acak wilayah kerja pabrik kelompok tani, padahal sebagai Ketua LPM seharusnya mendukung atau turut berpartisipasi untuk menjelaskan kepada GERANDONG yang lain agar tidak masuk atau mengacak-acak di dua RW ini”, tegasnya Suher selaku pengawas Huller.
Kami hanya menunggu kepedulian dari pihak terkait terutama kepada Pemerintah Bapak Bupati Lampung Tengah agar bisa menertibkan masalah ini.
“Saya berharap kepada dinas terkait dan kepada Bupati Lampung Tengah agar dapat memperhatikan kelompok tani ini, agar bisa tumbuh dan berkembang sepanjang masa, kalau kita amati mungkin ini salah satu kelompok tani yang bisa bertahan hingga saat ini”, ungkapnya.
“Pada kesempatan ini pula ingin saya sampaikan kepada Bapak Bupati dr. Hi. Ardito Wijaya, M.K.M dalam menunjuk pembantunya baik Dinas, Camat maupun Lurah di Pemerintahan memilih orang-orang yang punya loyalitas, kridibilitas tinggi dan peduli terhadap masyarakat”, pungkasnya Suher.